Kisah Nyata: Aku Kena Karma Gara-Gara Menyiksa Ayam

2 minute read
Ini adalah pengalaman berharga yang tak akan pernah saya lupakan. Sebuah pengalaman pahit dan sekaligus pembelajaran dalam hidup.

Maret 2019 seperti biasa sepulang kerja, saya segera mengganti seragam kerja dengan kaos oblong dan segera ke dapur untuk makan sore.

Ternyata sore itu kondisi dapur sedang kosong tanpa makanan. Setelah grusak-grusuk nyari sisa makanan, tetap saja tak kutemukan sedikitpun.

Akhirnya dengan rasa kesal saya terpaksa menahan lapar sampai malam tiba. Setelah itu saya duduk sambil menonton televisi.

Ketika sedang asyik menonton, tiba-tiba saya teringat kalau anak ayam yang saya pelihara belum diberi makan. 

Yasudahlah, saya tinggalkan sejenak kenyamanan nonton tv dan segera mengambil pakan ayam.

Pakan ayam tersebut berupa pur atau pelet yang dikemas dalam kantong plastik kiloan.
Saya ambil beberapa genggam lalu disebarkan kedalam kandang ayam. 

Anak-anak ayam terlihat sangat gembira dan lahap menyantapnya. Senang rasanya melihat mereka cepat tumbuh.

Sisa pakan tersebut kemudian saya taruh diatas kandang dan ditinggalkan sementara karena saya kebelet kencing.

Beberapa menit kemudian saya keluar dari kamar mandi dan kembali menuju kandang ayam untuk mengambil sisa pakan. 

Diluar dugaan, ternyata kantong pakan tersebut telah dirobek-robek oleh ayam dewasa milik tetangga dan tercecer kemana-mana.

Melihat hal ini, ditambah kondisi perut keroncongan dari tadi akhirnya emosi saya meluap. Ayam dewasa tersebut langsung saya pegang kakinya lalu saya lemparkan ke dinding kandang dengan keras!


Ayam tersebut menjerit keras karena kesakitan dan segera kabur keluar kandang.

Tak ada iba dihati karena sedang emosi. Kejadian ini pun berlalu begitu saja.

Sebulan kemudian, tepatnya 14 April 2019 saya mengalami karma.

Seperti biasanya, pagi buta selepas subuh saya bergegas berangkat kerja ke kota Pekalongan. Jarak antara rumah dan tempat kerja sekitar 30 km dengan waktu tempuh 45 menit.

Tak ada firasat apa-apa. Motor saya kendarai dengan kecepatan normal seperti biasa. Ditengah perjalanan, saya merasa kok laju motor terasa berat banget kayak ada yang nahan-nahan. Akibatnya laju motor menjadi pelan.

Karena saya tidak betah dengan laju pelan, akhirnya gas pun saya gencet sampai kecepatan 60km/jam.

Baru ngegas sejauh 3 kilometer, tiba-tiba...

Duaaarrrr....

Motor saya terlempar kesamping karena menendang tonjolan jalan raya.

Saya merasa seperti dibanting ke aspal dengan keras. Akibatnya seluruh tubuh terluka.

Tangan, lutut, dan bibir mengeluarkan darah. Kondisi kepala tiba-tiba terasa sakit dan pandangan gelap.

Saya tak sadarkan diri...

Ketika membuka mata, ternyata saya sudah berada didalam mobil patroli polisi dan sedang menuju perjalanan ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, saya langsung dibawa ke ruang UGD dan segera mendapatkan perawatan.

Saya mendapat beberapa jahitan di mulut bagian samping dan harus dipersban pada beberapa bagian tubuh.

Sebulan penuh saya tidak berangkat kerja karena kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan. Seluruh badan terasa sakit.

Selama sebulan, saya hanya duduk dan tiduran di rumah sambil sesekali mengoleskam salep luka. 

Saya sadar betul bahwa musibah ini terjadi sebagai balasan akibat perbuatan saya beberapa minggu yang lalu.

Ini adalah pelajaran berharga yang tak akan pernah saya lupakan. Saya tak berani lagi menganiaya hewan.

iklan tengah