Bagaimana cara menentukan pusat gempa?

Cara menentukan pusat terjadinya gempa di permukaan bumi atau letak episentrum dapat dilakukan dengan menggunakan metode homoseista, yaitu suatu metode penentuan letak episentrum dengan melakukan pencatatan waktu datangnya gelombang gempa yang pertama (gelombang primer)  pada waktu yang bersamaan dari minimal tiga tempat yang berbeda.

Untuk menentukan letak episentrum caranya sebagai berikut : Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf.

Cara ini dengan menggunakan 3 seismograf, yaitu satu seismograf vertikal, atu seismograf horizontal yang berarah utara dan selatan sedang satu lagi seismograf berarah timur dan barat. Dengan menggunakan 3 tempat yang terletak satu homoseiste.

Cara ini dengan menggunakan seismograf di 3 tempat yang merasakan getaran gempa pada saat yang sama. Pertama-tama kita hubungkan tempat seismograf yang satu homoseiste. Karena 3 seismograf maka didapat 2 garis.

Dua garis itu dibuat garis sumbu, sehingga episentrum terletak pada pertemuan dua garis sumbu. Dengan menggunakan 3 tempat yang mencatat jarak episentrum.

Untuk menentukan jarak episentrum digunakan rumus Laska : ∆ = { (S – P ) } – 1′ x 1.000 km ∆ = delta = jarak episentrum S – P = selisih waktu pencatatan gelombang primer dengan gelombang sekunder dalam satuan menit.
1′ = satu menit.

Contoh :
Gelombang S tiba pada pukul 10.29’44”, sedang gelombang P tiba pada pukul 10.25’14”. berapakah jarak episentrum sebuah seismograf dari daerah Z ?

Jawab :
{ ( 10.29’44” – 10.25’14” ) } – 1′ x 1.000 km = ( 4 1/2 – 1′ ) x 1.000 km = 3.500 km.

Sekarang misalnya letak episentrum dari 3 tempat, yaitu Z = 3.500 km, Y= 5.250 km, dan X = 3.750 km.

Maka cara membuatnya :
Dibuat perbandingan skala horizontal 1 cm = 1000 km. maka Z = 3,5 cm, Y = 5,25 cm, X = 3,75 cm. Buat lingkaran sesuai jari2 Z,Y,X.

Ketiga lingkaran akan berpotongan pada satu titik E (episentrum). Dengan menggunakan lingkaran isoseiste.

Dari laporan secara visual dapat dibuat tanda2 pada peta yang kemudian dapat ditentukan beberapa isoseiste di daerah bencana gempa.

Dengan mengetahui lingkaran atau elips isoseiste itu dari luar kea rah dalam, dapat ditentukan tempat episentrum

iklan tengah