PERSEPSI (Pengertian, Syarat, Proses dan Faktor yang Mempengaruhi nya)

4 minute read

Pengertian Persepsi Menurut Ahli

Berikut ini adalah pengertian persepsi menurut para ahli:


Slameto (2013)

Persepsi diartikan sebagai suatu proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera penglihat, pendengar, peraba, perasa dan pencium.


Siagian (2012:100)

Persepsi dapat dipahami dengan melihatnya sebagai suatu proses melalui mana seseorang mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan-kesan sensorinya dalam usahanya memberikan suatu makna tertentu kepada lingkungannya. Interpretasi seseorang tentang kesan sensori mengenai lingkungannya akan sangat berpengaruh pada perilakunya yang pada gilirannya menentukan faktor-faktor apa yang dipandangnya sebagai faktor motivasional yang kuat.


Walgito (2002:69)

Persepsi diartikan sebagai suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses penginderaan tidak dapat lepas dari proses persepsi dan proses penginderaan merupakan proses pendahuluan dari proses persepsi.


Kotler dan Armstrong (2008)

Persepsi adalah proses dimana orang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran dunia yang berarti. Cara orang bertindak dipengaruhi oleh persepsi dirinya tentang sebuah situasi (dalam Tambunan, 2015:117)


Robbins (2002)

Persepsi adalah suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori mereka untuk memebri arti pada lingkungan mereka. Persepsi secara konsisten menunjukan bahwa individu yang berbeda dapat melihat hal  yang sama tetapi memahaminya secara berbeda (dalam Tambunan, 2015:117).


Thoha (2000)

Persepsi adalah proses kognitif yang dialami setiap orang didalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan penafsiran unik terhadap situasi (dalam Tambunan, 2015:117).


Tampubolon (2015:65)

Persepsi diartikan sebagai gambaran seseorang tentang suatu objek yang menjadi fokus permasalahan yang sedang dihadapi.


Wood (2012:26)

Persepsi adalah proses aktif menyeleksi, mengatur, dan menafsirkan orang, obyek, peristiwa, situasi dan aktivitas. Hal pertama yang perlu diperhatikan dari definisi ini adalah bahwa persepsi merupakan proses aktif. Fenomena tidak memiliki arti intrinsik yang ita terima dengan pasif. Sebaliknya kita bekerja aktif untuk mengerti diri kita sendiri, orang lain, situasi dan fenomena lain. Untuk melakukan itu kita berfokus hanya pada hal-hal tertentu dan kemudian kita mengatur dan menafsirkan apa yang kita pilih dan bagaimana kita mengatur dan menafsirkan apa yang kita perhatikan.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Persepsi seseorang tidak timbul begitu saja, melainkan ada faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Faktor-faktor inilah yang menyebabkan mengapa dua orang yang melihat sesuatu mungkin memberikan interpretasi yang berbeda tentang apa yang dilihatnya.

Menurut Siagian (2012:100-105), terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi persepsi seseorang antara lain:


1. Diri orang yang bersangkutan sendiri.

Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karakteristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap, motif, kepentingan, pengalaman dan harapannya.


2. Sasaran Persepsi

Sasaran itu mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya. Misalnya seseorang yang "suka banyak omong" akan lebih menarik perhatian meskipun tidak selalu dalam arti positif, dibandingkan seseorang pendiam dalam kelompok orang yang sama.


3. Faktor Situasi

Persepsi harus dilihat secara kontekstual yang berati dalam situasi mana persepsi itu timbul perlu pula mendapat perhatian. Situasi merupakan faktor yang turut berperan dalam menumbuhkan persepsi sesorang. misalnya kehadiran orang dengan pakaian renang di tepi pantai tidak akan mengherankan karena persepsi orang tentang orang yang berada di pantai adalah untuk berenang. Akan tetapi jika orang mengenakan pakaian renang itu di tempat yang tidak ada hubungannya dengan olahraga renang, tentunya akan menarik perhatian yang luar biasa karena kehadirannya dengan cara demikian bukanlah hal  yang lumrah.


Menurut Tampubolon (2015:65-66) menjelaskan bahwa persepsi seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:


1. Faktor Individu

Individu dalam membuat suatu persepsi akan dilatar belakangi oleh: kemampuan individu untuk mmpelajari sesuatu (attitude), motivasi individu untuk membuat persepsi tentang sesuatu tersebut, kepentingan individu terhadap sesuatu yang dipersepsikan, pengalaman individu dalam menyusun persepi, dan harapan individu dalam menentukan persepsi tersebut.


2. Faktor Situasi

Situasi dalam menyusun persepsi ditentukan oleh: momen yang tepat, bangunan atau struktur dari obyek yang dipersepsikan, dan kebiasaan yang berlaku dalam sosial masyarakat dalam merumuskan persepsi.


3. Faktor Target

Ganguan yang ada dalam menyusun persepsi sebagai gangguan dalam menentukan persepsi adalah: obyek yang akan dipersepsikan merupakan hal yang benar-benar baru, adanya gambaran hdup yang mempengaruhi  dalam membentuk persepsi, suara-suara yang timbul saat membentuk persepsi, ukuran dari bentuk persepsi yang melatarbelakangin persepsi tersebut, kedekatan persepsi dengan obyek lain yang dapat membentuk persepsi yang hampir sama, dan kesamaan dari persepsi yang akan dibangun dengan persepsi lain.


Sumber

Mulyadi, Deddy. 2015. Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pelayanan. Bandung: Alfabeta.

Siagian, P. Sondang. 2012. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Slameto.2013. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rhineka Cipta.

Tambunan, Toman Sony. 2015. Pemimpin dan Kepemimpinan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tampubolon, Manahan. P. 2015. Perilaku Keorganisasian. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Walgito, Bimo. 2002. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: ANDI

Wood, Julia T. 2013. Comunication in our lives. New Tech Park: Cengage Learning.

iklan tengah