Lava
2 minute read
Erupsi gunungapi yang bersifat efusif akan menghasilkan lava dengan bermacam-macam jenis berdasarkan ukuran, bentuk, serta kenampakan permukaan dan di dalam lavanya sendiri.
Lava terutama
dikontrol oleh viskositas, kecepatan efusi, dan keadaan lingkungan
pengendapannya (darat/laut).
Aliran lava
dapat dibedakan menjadi lava encer yang memiliki viskositas dan kandungan
silika yang rendah, sedangkan lava kental memiliki viskositas dan kandungan
silika yang tinggi.
Suhu lava
basalt di Kilauea 1160-12500 Celcius, sistem tabung lava pada di
erupsi di gunungapi Hawaii membawa lava panas sejauh 10 km dari pusat erupsi ke
laut, suhunya mendingin hanya sebesar 100 Celicus.
Saat mencapai
laut suhunya masih sekitar 1.1400 Celcius.
Warna batuan
bisa mencerminkan suhu batuan, sebaga contoh warna oranye-kuning (warna saat
batuan lebur atau lebih panas lagi) sekitar 9000 Celcius.
Warna
gelap-merah terang mencerminkan bahan yang mendingin dengan suhu sekitar 6300
Celcius, sedangkan warna merah muda suhunya sekitar 4800 Celcius.
Pengambilan
contoh lava sangat beresiko, tetapi contoh lava yang panas memberikan informasi
mengenai dapur magma.
Berdasarkan percobaan
laboratorium menunjukan bahwa makin panas magma maka kandungan magnesium makin
tinggi.
Analisa kimia
tidak hanya memberikan sejarah kristalisasi magma, tetapi dapat juga menunjukan
suhu saat erupsi terjadi.
Lava gunungapi
yang diendapkan di air laut/submarine, mempunyai nama khusus yaitu lava
bantal/pillow, yang tidak lain adalah lava yang membeku secara perlahan dan
bercampur dengan air laut.
Bentuk aliran
lava riolit dapat dibagi menjadi: kubah (dome/tholoid), lava mesa dan coulees.
Kubah berbentuk
melingkar, menempati daerah yang tidak luas, sedangkan lava mesa berbentuk
hampir bundar seperti biskuit.
Coulees adalah
lava yang pada saat mengalirnya tidak simetris dan terkonsentrasi pada salah
satu sisi pipa kawah, menghasilkan bentuk memanjang.
Ketebalan lava
riolit rata-rata sekitar 100 meter, tetapi umumnya sangat bervariasi, bisa
kurang dari 50 m atau lebih besar dari 500 m.
Ciri khas dari
aliran lava riolit adalah ditemukannya obsidian, lapisan yang mengandung
sperulit, lapisan batuapung dan batuan riolit.
Obsdian
dihasilkan oleh pendinginan cepat lava riolit dengan ketebalan sekitar 10 m
dari permukaan dan dasar aliran.
Tekstur
sperulit yang merupakan agregar radial dari alkali feldspar, dengan diameter
0,1 – 2 cm dan kadang-kadang bisa mencapai 10 cm, sangat umum dijumpai pada
gelas obsidian.
Proses
pembentukan tekstur sperulit menunjukan adanya kristalisasi pada saat lava
mengalir, dimana kandungan air yang tinggi dalam lapisan lava riolit lebih
mempertinggi kecepatan pembentukannya secara lokal.
SUMBER:
Sumintadireja,
Prihadi.200. Volkanologi. Bandung:
Penerbit ITB.
إرسال تعليق