Magma
1 minute read
Blog by
Nur
Huda Asrori
Dapur magma
merupakan konsep dasar dari petrologi batuan beku dan volkanologi.
Magma adalah
material batuan berupa cairan silikat
yang lebur atau elbur sebagian.
Klasifikasi batuan
beku yang juga mewakili jenis magma adalah berdasarkan komposisi kimianya,
yaitu kandungan SiO2 yang berkisar antara 35-85% dari berat batuan beku yang
ada:
1) Jenis asam
(kandungan SiO2 > 63%)
2) Jenis sedang
/intermediate (kandungan SiO2 antara 52-63%)
3) Jenis basa
(kandungan SiO2 antara 45-52%)
4) Jenis ultra basa
(kandungan SiO2 <45%)
Magma
dikelompokan menjadi 2, yaitu:
1) Magma utama-
terbentuk oleh lebur sebagian dari mantel bagian atas atau kerak bumi.
2) Magma
turunan- terbentuk oleh diferensiasi dari magma utama atau terjadi pencampuran
(mixing).
Zonasi dapur
magma dijelaskan oleh Smith (1979) dan Hildreth (1981) sebagai berikut:
-Semua erupsi
volkanik yang melebihi 1 km3 komposisinya terzonasi.
-Bagian erupsi
dari dapur magma berkomposisi riolit sampai dengan basalt riolit.
-Kolom magma
semakin panas, secara kimiawi lebih mafik dan kaya dengan phenokris terhadap
kedalaman.
-Terjadi
gradien T pra-erupsi, komposisi unsur utama, jejak, dan isotop, banyaknya
komposisi jenis gas terbang (H2O, Cl, F) pada phenokris.
-Zona kolom
magma yang secara vertikal berlapis dengan perubahan zona yang tiba-tiba
diantara subunitnya.
-Rentang
komposisi gas yang lebar sangat umum.
SUMBER:Sumintadireja,
Prihadi.200. Volkanologi. Bandung:
Penerbit ITB.
Posting Komentar