Pengalaman Menjadi Maba Unnes Semarang

3 minute read
Halo gan, selamat pagi.

Kali  ini saya akan berbagi pengalaman menjadi mahasiswa baru Unnes Semarang. Saya adalah mahasiswa baru angkatan tahun 2012 di Fakultas Ilmu Sosial Unnes.

Saya diterima di kampus ini melalui sistem seleksi mandiri yang diselenggarakan pihak kampus atau yang dikenal sebagai SPMU.

Pada sistem seleksi mandiri ini tidak jauh berbeda dengan sistem SBMPTN.
Sama-sama sulitnya.

#Operasi
Beberapa minggu setelah pengumuman diterima sebagai mahasiswa melalui website Unnes, saya mengalami musibah. Tangan kanan saya ditumbuhi oleh penyakit mata ikan.

Yaitu sejenis tumor jinak yang membuat benjolan pada bagian telapak tangan dan sakit seeperti terbakar apabila dipegang.

Akhirnya saya dibawa ke dokter bedah dan dioperasi dengan menelan biaya sebesar 1 juta rupiah.
Operasi berjalan lancar tanpa kendala dan penyakitpun bisa diangkat.

Namun, meskipun sudah dioperasi, aku harus tetap kontrol setiap seminggu sekali ke dokter tersebut untuk memeriksakan perkebangan yang terjadi serta meminta tambahan obat lagi.

#Bingung
Sabtu, 5 Agustus 2012.
Ini adalah hari ke tujuh operasiku dan pada hari ini juga aku harus kontrol ke dokter. Namun, disaat yang sama aku harus berangkat ke Semarang karena besok di hari minggu ada acara persiapan ospek kampus untuk calon mahasiswa baru.

Aku bingung mau pilih yang mana?
Kontrol atau berangkat ke Semarang?

Akhirnya setelah merenung, aku putuskan untuk kontrol saja dan berangkat ke Semarang besoknya saja.

Minggu, 6 Agustus 2012.
Aku berangkat ke semarang dengan menggunakan armada bus dari arah Jakarta. Waktu itu dari kota Pemalang - Semarang aku hanya membayar 20 ribu saja.

Sesampainya di Terminal Mangkang, Semarang aku turun dan pindah bus. Cuman, waktu itu aku belum paham armada bus mana yang menuju ke Unnes.
Akhirnya asal naik saja.

Njir....

Gara-gara asal naik bus, bukannya tiba dengan cepat, malah dibikin nyasar-nyasar. Berkali-kali aku naik turun bus dan tanyat-tanya orang dijalan tentang jalan menuju Unnes.

Waktu itu belum ada ojek online, jadinya bener-bener repot.

Setelah berjam-jam perjalananan, akhirnya jam 3 sore baru tiba di kos. Gila bener saya menghabiskan 9 jam perjalanan. Padahal waktu normal kalau tidak nyasar palingan 5 jam.

#Ketinggalan Info
Gara-gara tiba di kos sudah terlalu sore, akhirnya aku tidak ikut kegiatan persiapan ospek untuk hari seninnya. Lah mau gimana lagi orang udah kelewat waktunya si...

Bodo amat dah...

#Hari Pertama Ospek
Jam 5.30 aku sudah bersiap-siap mandi dan berangkat menuju kampus. Aku pikir ini masih terlalu pagi, tapi tak apalah biar tidak telat.

Aku tidak tahu informasi pada jam berapa harus ngumpul? Dimana lokasi kumpulnya? Apa saja yang perlu dibawa?

Pokoknya mbuh.....
Asal berangkat saja.

Aku berangkat menuju lokasi gedung FIS Unnes. Ternyata disana sudah banyak sekali mahasiswa lain yang sedang berbaris serta dibentak-bentak oleh para senior.

Njir...gue telat ternyata!

"Ayoo dekk cepetan!! sudah telat, lamban lagi!!"Bentak Senior.

Akhirnya aku berlari sekuat tenaga untuk bisa gabung ke barisan, entah aku tak tahu harus masuk kelompok barisan yang mana, pokoknya asal ikut baris saja.

"Perhatian semuanya!"Teriak Ketua Senior.

"Silahkan keluarkan semua barang bawaan kalian dan yang tidak lengkap silahkan keluar dari barisan! "Bentak Senior.

Saat itu aku bingung "apa maksudnya barang bawaan?".

Aku lihat mahasiswa lain kemudian membuka tas masing-masing, dan mengeluarkan barang-barang yang ada di dalamnya. Mulai dari pensil, buku tulis, roti, supermie, jajan, air mineral, dsb.

Sedangkan aku?

Kosong!

Aku benar-benar tidak tahu informasi ini.

"Bro, emang kita disuruh bawa barang gituan yak?"Tanya Ku.
"Iya, lha kamu emang kemarin hari minggu ndak ikut kumpul?" Kata Teman.

Akhirnya aku ditarik keluar dari barisan oleh senior karena tidak membawa barang apa-apa. Apes dah...

Mahasiswa yang tidak lengkap barang bawaanya disuruh baris dalam barisan khusus. Khusus pelanggar aturan.

Kita dibentak-bentak dan dimarahi habis-habisan. Setelah itu diberikan hukuman untuk membuat artikel berlembar-lembar.

#Akting
Mumpung tanganku dalam kondisi dibalut persban, akhirnya aku manfaatkan kesempatan ini. Aku pura-pura merasa kesakitan dan memasang wajah memelas.

Aku      : "Kak, boleh ijin gak?"
Senior  : "Kenapa?"
Aku      : "Kemarin aku baru menjalani operasi di tangan kak, kata dokter gak boleh capek-capek"
Senior  : "Tanganmu kenapa? Habis terjatuh?"
Aku      : "Iya kak, sakit."
Senior  : "Yasudah kakak anter ke ruang dekanat biar bisa istirahat"

Yesss...aktingku berhasil.
Akhirnya aku diantar ke ruang dekanat untuk beristirahat.

Njirr...setibanya disana ternyata banyak mahasiswa lain yang sakit juga. Aku tahu mereka sebagian besar hanya pura-pura saja.

Ada yang mengaku sakit kepala, sakit gigi, sakit mag, sakit kakinya dan sakit lainnya. Padahal sih intinya mereka ogah ikutan kegiatan ospek.

Selama empat hari berturut-turut aku tidak mengikuti kegiatan ospek kampus. Aku hanya duduk tenang di ruang dekanat selama kegiatan.

Tak perlu capek-capek nyari barang bawaan, ikut upacara, dihukum dan kegiatan melelahkan lainnya.

Itu sekilas pengalaman menjadi maba Unnes.

iklan tengah