Cara Mengurus Jenazah di Desa Asemdoyong
2 minute read
Malam ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana caranya mengurus jenazah di desa.
Yang namanya kematian adalah suatu hal yang pasti. Hanya saja kita tidak tahu kapan datangya. Semua usia berpeluang untuk mengalami kematian, entah anak-anak, orang dewasa, maupun lanjut usia.
Jenazah yang telah meniggal perlu kita urusi, mulai dari proses mensuci sampai penguburan. Namun, tak semua orang paham bagaimana proses mengurusnya. Terutama bagi mereka yang belum pernah mengalami kehilangan anggota keluarga.
Supaya agan gak binung apa yang harus dilakukan ketika anggota keluarga maupun tetangga ada yang meninggal dunia, simak langkah-langkah berikut:
1. Mencatat Waktu Kejadian
Segera catat pada pukul dan tanggal berapa almarhum telah meninggal dunia.
2. Mengabari Saudara
Ketika ada anggota keluarga maupun tetangga yang meninggal dunia, sebaiknya sesegera mungkin untuk mengabari sanak saudara, baik dari pihak ibu maupun pihak bapak dari almarhum.
3. Waktu Pemakaman
Jika ada anak, atau anggota keluarga almarhum yang tinggal di luar kota dan ingin melihat jenazah untuk terakhir kalinya, sebaiknya Anda musyawarahkan dengan keluarga almarhum tentang kepastian waktu pemakaman. Apakah acara pemakaman akan dilaksanakan pagi, siang, maupun malam hari.
4. Pengumuman
Segera umumkan berita kematian almarhum melaui pengeras suara masjid maupun mushola yang ada di desa.
5. Lebe Kematian
Langkah berikutnya yaitu menghubungi lebe kematian untuk membantu menyucikan jenazah dan prosesi pemakaman.
6. Juru Kunci Pemakaman
Untuk menguburkan jenazah di Tempat Pemakaman Umum Desa Asemdoyong, terlebih dahulu kita meminta ijin ke juru kunci TPU. Setelah meminta ijin, kita akan dijelaskan tentang lokasi yang boleh dipakai untuk tempat pemakaman jenazah.
7. Tukang Gali Kubur
Setelah tahu lokasi pasti tentang tempat yang akan digunakan untuk pemakaman jenazah, langkah selanjutnya yaitu menghubungi tukang gali kubur yang biasanya berjumlah 6-10 orang. Jangan lupa siapkan amplop untuk mereka.
8. Kemul (Lempengan Kayu)
Kemul dapat di beli di tukang kayu atau toko bangunan dalam bentuk lempengan panjang. Kalau bisa, sebaiknya kita membawa gergaji sendiri untuk memotong kayu dengan ukuran yang sesuai kebutuhan.
9. Perlengkapan Penyucian
Untuk perlengkapan penyucian jenazah, seperti keranda, ember, tabir, dsb bisa di ambil setelah ijin dengan modin di Rw masing-masing. Mintalah bantuan 4-6 orang tetangga untuk membawa berbagai macam perlengkapan tersebut.
10. Kain Mori
Kain mori dapat dibeli di toko maupun di Rukun Kematian pada masing-masing dusun. Jangan lupa sesuaikan ukuran panjang dan lebar kain mori agar sesuai dengan ukuran jenazah.
11. Bunga
Siapkan berbagai macam bunga yang dirangkai sedemikian rupa untuk pelengkap keranda dan prosesi pemakaman.
Mungkin itu saja hal-hal terpenting yang harus disiapkan untuk proses pengurusan jenazah terutama di Desa Asemdoyong, Pemalang.
Posting Komentar