Pengalaman Wanita yang Diculik Lelembut Pantai Pemalang

7 minute read
Ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami seorang ibu muda bernama Sari (20 tahun) di sebuah desa kecil di pantai utara Pemalang. Desa ini dinamakan Desa Asemdoyong.

Kisah ini terjadi pada tahun 1970an.
Kala itu Desa Asemdoyong tidak seramai sekarang ini (2019), melainkan masih berupa desa yang asri, dengan jumlah penduduk sangat sedikit dan jarak antarrumah penduduk yang berjauhan.

Di kanan-kiri rumah penduduk masih banyak terdapat pekarangan kosong dengan tanaman pohon-pohon tinggi besar yang terkesan angker.

#Diajak Tetangga
Suatu sore menjelang magrib, salah seorang tetangga, bernama Ratinah (35 tahun) berkunjung ke rumah Sari . Ratinah berniat untuk mengajak Sari ke warung sehabis magrib.

Ratinah  : "Assalamualaikum... Ri..."
Sari        : "Waalaikum salam, eh Ratinah. Ada apa nah?"
Ratinah  : "Nanti habis magrib kita belanja ke warung kelontong yuh, bumbu dapur udah habis ni."
Sari        : "Iya, kebetulan cabe dan trasi di dapur juga udah pada habis."
Ratinah  : "Beneran, yah. Nanti aku jemput habis sholat magrib."
Sari       : "Iya, tak tungggu Mbak."

Waktu itu, belanja ke warung di setelah matahari terbenam adalah hal yang menakutkan. Karena kondisi desa yang gelap, belum ada penerangan listrik. Jadi, warga desa hanya bisa mengandalkan obor sebagai sumber penerangan sewaktu bepergian.

Belum ada sepeda motor, apalagi grab food.
Oleh karena itu, kalau para ibu-ibu mau belanja ke warung biasanya mereka pergi bareng-bareng supaya tidak terjadi hal-hal mengerikan selama di perjalanan.
Apalagi jarak antaran rumah ke warung sekitar 2 km atau  sekitar 30 menit jalan kaki.

Setelah membuat kesepakatan dengan Sari , Ratinah segera pulang ke rumahnya...

#Didengar Lelembut
Rupanya ada yang menguping pembicaraan antara Sari dan Ratinah.
Bukan suami atau anaknya sendiri, melainkan lelembut yang kebetulan lewat disamping rumahnya.
Lelembut tersebut kemudian membuat rencana untuk menculik Sari setelah magrib tiba.

#Magrib Tiba
Ketika magrib tiba, dan Sari sedang menyusui anaknya yang masih bayi, tiba-tiba ada seorang wanita yang mengetuk-ngetuk pintu dan memanggil-manggil namanya dari luar rumah.

"Tok tok tok. Sariiii....Riii...., katanya mau ke warung?" Seru Wanita

Mendengar panggilan yang berulang-ulang, akhirnya Sari segera bergegas ke luar rumah dan melihat siapa wanita yang dari tadi memanggil-manggil namanya.

Setelah membuka pintu, Sari melihat sesosok wanita tersebut. Ternyata wanita itu adalah Ratinah, temannya sendiri.

Sari        :"Lho, Tinah, ini kan masih magrib kok kamu sudah datang?"
Ratinah  :"Iya Sar, soalnya biar kita gak kemaleman pulangnya."
Sari        : "Iya juga sih, kalau terlalu malam kan serem."
Ratinah  : "Jadi kan kita ke warungnya?"
Sari        : "Iya jadi, yuh."

Tanpa curiga, Sari langsung pergi menuju warung dengan sosok yang menyerupai Ratinah. Padahal sebenarnya itu bukanlah Ratinah yang asli. Melainkan ia adalah lelembut yang sedang menyamar sebagai Ratinah.

#Sari Curiga
Setelah berjalan beberapa lama bersama sosok Ratinah, Sari mulai curiga. Dalam hati Sari bertanya tannya "Arah ke warung itu kan ke arah Timur, lah ini kok malah jalannya ke arah barat?"

Sari cuman bertanya-tanya dalam hati.
Selain itu, Sari juga merasa curiga dengan Ratinah.

Biasanya ketika sedang bersama, Ratinah adalah wanita periang yang suka ngobrol sepanjang jalan sambil ketawa cekikikan. Ia juga selalu tersenyum dan sesekali bercanda dengan guyonannya.

Namun kali ini Ratinah terlihat pucat, murung dengan pandangan mata kosong dan lebih banyak diam.

Sari mengira kalau Ratinah mungkin sedang ada masalah dengan suaminya sehingga ia agak pendiam kali ini. Mungkin mereka habis bertengkar hebat. Itu pikiran Sari .

#Kerajaan Jin
Setelah menempuh perjalana beberapa menit, tiba-tiba Ratinah berhenti dan jari telunjuknya menunjuk ke suatu arah.

Sari kemudian melihat ke arah yang ditunjukkan Ratinah.
Ternyata dari kejauhan terlihat sebuah istanah yang sangat megah berhias emas dan permata.

Istana ini benar-benar sangat megah dan teramat luas. Ini baru pertama kalinya Sari melihat bangunan sebagus ini. Sari pun lupa akan tujuan utamanya untuk keluar rumah, yaitu berbelanja.

Sari dibawa masuk ke dalam istanah megah tersebut.
Sewaktu berada di dalam istanah, ia melihat banyak sekali orang-orang yang berada di dalamnya. Mereka seakan-akan sedang menyiapkan acara pesta besar.

Ada ibu-ibu yang sedang mengirisi bawang, cabai, sayuran.
Ada yang sedang memasak sop.
Ada bapak-bapak yang sedang memotong daging.

Suasananya benar-benar ramai dan membuat Sari terlena.

Sari hanya duduk di sebuah kursi sambil melihat orang-orang bekerja.

Berhari-hari Sari berada di tempat tersebut. Aneka makanan yang sangat lezat pun disajikan di depannya. Namun anehnya hal itu tak membuat Sari merasa lapar dan berniat menyantap makanan  tersebut.

Ia hanya mengingat anaknya di rumah yang mungkin sedang menangis memanggil-manggil ibunya karena tidak disusui beberapa hari.

Sari sedih dan menangis....

Tiba-tiba...

Duaarrrrr.....duaarrr.....

Ada sesosok makhluk besar yang mennyambuk dirinya menggunakan cemeti panjang.
Sari berteriak kesakitan karena mendapat cambukan yang amat menyakitkan tersebut...

Sosok tersebut terus mencambuk badan Sari , meski ia sudah memohon-mohon pada makhluk tersebut.

Setelah cambukan demi cambukan, suasana dapur yang tadinya sangat ramai penuh hidangan enak, kini berubah seperti neraka.

Suasananya berubah 180 derajat. Benar-benar mengerikan dan berbeda dengan apa yang Sari lihat sebelumnya. Ia melihat banyak sekali orang-orang yang diperbudak oleh setan dan sedang disiksa.

Mereka penuh darah dan ketakutan sambil berteriak-teriak kesakitan.

#Ratinah Menghampiri
Ditengah-tengah penyiksaan tersebut, tiba-tiba sosok Ratinah menghampirinya dan berkata padanya:

Ratinah  :" Sar, kamu sebaiknya makan biar gak disiksa oleh makluk besar itu!"
Sari        : "Aku tidak mau! aku ingin pulang ke rumah!"
Ratinah  : "Disini saja Sar, lebih enak. Kalau kamu sudah makan, nanti gak akan disiksa lagi."
Sari        : "Tidak!"

Sosok Ratinah terus berusaha merayu-rayu Sari supaya mau memakan apa yang dihidangkan kepadanya, namun Sari tetap menolaknya dengan keras.

Ratinah  : "Don, kamu disini saja nanti aku kawinkan dengan pemuda itu (sambil menunjuk)"

Sari kemudian melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Ratinah dan mendapati sosok pemuda bernama Koret. Koret dulunya adalah tetangganya Sari .
Ia tahu betul kalau Koret sudah meninggal beberapa tahun lalu karena tercebur di sungai dan jasadnya dimakan oleh buaya.

Sari     : "Aku tidak mau! Dia itu Koret, tetanggaku sendiri. Dia sudah mati!"
Koret  : "Eh Don, aku masih hidup. Lihat saja tubuhku sehat begini."
Sari     : "Tidak. Kamu sudah mati beberapa tahun lalu."


#Keluarga Kebingungan
Disisi yang lain, Suami, Anak, dan Orang tua Sari beserta para tetanggnya sedang kebingungan mencari keberadaan Sari . Sudah beberapa hari ia tak kembali ke rumah semenjak berpamitan ke suaminya untuk pergi ke warung.

Menurut penuturan orang pintar di desa, Sari sedang berada di alam lelembut.
Oleh karena itu, dari pihak keluarga terus berusaha meminta bantuan para ulama desa dan mengadakan tahlilan untuk mendoakan Sari .

Berkat doa tersebut, sewaktu di alam lelembut Sari masih memiliki ingatan terhadap keluarganya. Ia juga tidak mau memakan semua makanan yang disajikan didepannya. Seandainya ia memakan hidangan tersebut, pastilah Sari tak akan kembali ke rumah untuk selamanya.

Untunglah Allah masih memberikan pertolongan.

Setiap hari, keluarga dan para tetangga berusaha mencari Sari di seluruh penjuru desa. Berharap menemukan sosok Sari dalam keadaan baik-baik saja.

#Sari Ditemukan Warga
Setelah dilakukan pencarian berhari-hari, akhirnya pada suatu malam salah seorang warga desa menemukan sesosok wanita sedang duduk termenung di dekat lokasi TPI (tempat pelelangan ikan).
TPI di desa ini memang terkenal angker dan banyak dihuni oleh para lelembut.

Setelah dekati menggunakan obor, ternyata sosok wanita itu adalah Sari .

"Tolongggg....tolonggg....aku lihat Sari !!"Teriak Warga

Setelah warga berdatangan, mereka mencoba bertanya pada Sari tentang apa yang ia lakukan malam-malam di tempat angker tersebut. Namun, Sari hanya diam dan membisu.
Ia seperti orang linglung yang kehilangan ingatan.

Akhirnya Sari dibawa pulang ke rumahnya untuk dirawat.

#Teror Malam
Setiap malam tiba, ada suara-suara aneh yang terdengar dari luar rumahnya.
Setiap malam ada suara orang yang mengetuk-ngetuk pintu, memanggil-manggil nama Sari dan mengajaknya untuk kembali ke kerajaan lelembut.

Kadang juga ada suara seperti ledakan di atap rumahnya.
Hal ini membuat keluarga Sari menjadi ketakutan.
Mereka seperti diteror.

Setelah berkonsultasi pada orang pintar, ternyata suara-suara tersebut berasal dari lelembut yang dulu menculik Sari . Lelembut tersebut tidak rela bila Sari masih hidup dan kembali bersama keluarganya.

Peristiwa teror tersebut berlangsung selama 40 hari.
Pada waktu itu Sari belum juga bisa bicara dan masih seperti orang linglung.

Dengan pertolongan Allah  dan bantuan doa dari tetangga beserta para ulama, akhirnya gangguan teror tersebut berhenti setelah 40 hari.

#Kesadaran Sari Kembali
Perlahan setelah teror dari lelembut berhenti, keadaan Sari mulai membaik. Ia kini mulai mau menyusui anaknya yang masih bayi. Perlahan ia juga bisa tersenyum.

Setelah benar-benar pulih dan bisa bicara seperti biasa, akhirnya para tetangga penasaran dan bertanya pada Sari tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya Sari bercerita tentang pengalaman menyeramkan yang telah menimpanya tersebut.
Sari ternyata diculik oleh lelembut. Sewaktu disana ia tidak mau makan apapun yang dihidangkan kepadanya.

Melihat penolakan Sari , akhirnya lelembut yang berbadan besar berusaha untuk menyiksana agar mau memakan hidangat tersebut. Setelah bersihkeras untuk menolak makanan yang dihidangkan, akhirnya Sari lemparkan oleh makhluk tersebut keluar dari alam lelembut.

Setelah dilemparkan keluar dari alam lelembut, tiba-tiba Sari sudah duduk terdiam di sekitar Tempat Pelelangan Ikan.

Yang membuat warga heran adalah mereka secara bersama-sama sudah menelusuri ke segala sudut yang ada di TPI, namun waktu itu tak melihat sosok Sari disana. Namun, ternyata setelah berhari-hari pencarian, barulah sosok Sari terlihat di tempat tersebut.


Itulah tadi pengalaman mistis yang pernah dialami Sari . Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua supaya selalu ingat pada Allah Yang Maha Kuasa dan meminta perlindunganNya dari segala macam marabahaya.

iklan tengah