Kuliah Jurusan Pendidikan Gak Ada Gunanya!

2 minute read
Apakah kamu pernah berpikir "aku kuliah di pendidikan tapi kok gak dapat apa-apa ya? Kaya gak punya ilmu?". Jika iya, berarti kita sama gan.

Saya kuliah di jurusan pendidikan geografi selama lima tahun di universitas negeri. Idealnya, setelah diwisuda seorang sarjana pendidikan memiliki kemampuan intelektual mumpuni yang dapat dipakai untuk mencari pekerjaan.

Idealnya, setelah keluar dari kampus tercinta maka kita akan memiliki kemampuan luar biasa yang dapat diterapkan di masyarakat. Bahasa gampangnya kita menjadi "orang hebat". Kita serba bisa dan berguna di masyarakat.

Itu semua "idealnya".

Tetapi kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Saya telah lulus sebagai sarjana pendidikan dengan IPK yang relatif bagus. Awalnya saya berpikir bahwa setelah lulus bisa langsung bekerja dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun ternyata apa yang diimpikan tersebut hanyalah sebuah mimpi. Kenyataanya, setelah bekerja selama 2 tahun sebagai guru, saya tidak memiliki apa-apa. Gaji kecil, tubuh kurus, pikiran stres, tak ada harapan di masa depan, itulah yang saya rasakan.

Dengan gaji yang pas-pasan rasanya mustahil saya bisa mandiri dan memiliki keluarga sendiri. Akhirnya di tahun ketiga, saya resign dan mencoba mencari pekerjaan lain selain guru. Akhirnya 5 bulan setelah resign, setelah puluhan lamaran dikirim, ternyata sampai sekarang tetap menganggur.

Berbulan-bulan menganggur, membuat saya sering merenung "sebenarnya kemampuan apa yang saya miliki sebagai lulusan sarjana pendidikan geografi?". Aku kuliah sudah bertahun-tahun tetapi kok rasanya tidak punya keterampilan apa-apa. Apa gunanya ilmu geografi ini? Apa yang salah? Kenapa ilmu geografi ini seolah tidak ada gunanya?

Apa yang bisa aku lakukan dengan ilmu ini supaya menghasilkan pundi-pundi rupiah? Keterampilan apa yang aku miliki selain mengajar?

Ternyata gak ada!

Selama ini aku hanya menguasai teori-teori geografi yang sifatnya "pengantar ilmu". Tentunya teori ini bersifat sangat dangkal dan tidak dapat dipakai dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Bisa dikatakan ilmu ini hanya berguna "untuk ngajar saja". Selain ngajar, ilmu ini gak berguna untuk mencari duit.

Kemudian di hari ini, setelah menyadari betapa tidak bergunanya teori-teori geografi, akhirnya saya memutuskan untuk mempelajari ilmu-ilmu terapan geografi. Tentunya ilmu yang sekiranya dapat menghasilkan rupiah. Aku baru menyesal kenapa dulu tidak masuk jurusan ilmu murni saja? Kenapa aku malah masuk ke ilmu pendidikan yang gak berguna ini?

Inilah takdirku. Semua sudah terlambat dan tak bisa diulang lagi.

Pemalang 10 Januari 2019
Penyusun


Nurhuda Asrori, S.Pd.

iklan tengah