Gejala Pascavulkanik
1 minute read
Gejala pascavulkanik adalah tanda yang biasanya dipakai sebagai pedoman bahwa gunung api sudah padam atau hampir padam dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a. Ekshalasi
Ekshalasi yang berbentuk fumarol (H2O), solfatar (H2S), dan mofer (CO2). Apabila di suatu daerah ditemukan gejala-gejala tersebut, tandanya gnung api sudah padam atau hampir padam. Misanya, Dieng (Jawa Tengah).
b. Mata Air Panas
Mata air panas adalah mata air yang terletak di dekat dapur magma dan keluar menjadi air panas, misalnya di Cimelati (Jawa Barat).
c. Mata Air Makdani
Mata air makdani adalah mata air panas yang mengandung mineral (belerang), misalnya Maribaya (Jawa Barat), dan Baturaden (Jawa Tengah)
d. Geiser
Geiser adalah mata air panas yang memancar, tetapi tidak memancar terus menerus, misalnya di Irlandia dan Yellowstone Park (Amerika Serikat).
Ekshalasi yang berbentuk fumarol (H2O), solfatar (H2S), dan mofer (CO2). Apabila di suatu daerah ditemukan gejala-gejala tersebut, tandanya gnung api sudah padam atau hampir padam. Misanya, Dieng (Jawa Tengah).
b. Mata Air Panas
Mata air panas adalah mata air yang terletak di dekat dapur magma dan keluar menjadi air panas, misalnya di Cimelati (Jawa Barat).
c. Mata Air Makdani
Mata air makdani adalah mata air panas yang mengandung mineral (belerang), misalnya Maribaya (Jawa Barat), dan Baturaden (Jawa Tengah)
d. Geiser
Geiser adalah mata air panas yang memancar, tetapi tidak memancar terus menerus, misalnya di Irlandia dan Yellowstone Park (Amerika Serikat).
Posting Komentar