Klasifikasi Kingdom Monera, Protista dan Fungi?

4 minute read

Kingdom Monera 

Makhluk hidup yang termasuk kelompok ini berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop. 

Ukurannya berkisar antara 1–10 μm (mikrometer). Perlu kamu ketahui, 1 μm = 1/1000 mm (milimeter). Dapatkah kamu membayangkannya? 

Oleh karena itu, untuk melihat makhluk hidup yang termasuk kelompok Monera diperlukan mikroskop yang memiliki pembesaran lebih dari 1.000 kali. 

Ciri utama makhluk hidup yang termasuk kelompok Monera adalah tidak adanya membran inti (prokariotik). 

Bahan inti terdapat dalam sel tanpa membran yang membungkusnya. Satu individu monera tersusun oleh satu sel. 

Bakteri dan ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) merupakan makhluk hidup yang termasuk kelompok Monera. 

Pernahkah kamu mendengar kata bakteri? 

Walaupun kamu mungkin belum pernah melihatnya, namun bakteri banyak sekali di sekeliling kamu, bahkan di dalam tubuhmu. 

Di dalam usus besar kita hidup jutaan bakteri Escherichia coli yang berjasa untuk melakukan pembusukan. 

Sebagian besar bakteri memang menimbulkan penyakit dan merugikan manusia, namun banyak juga bakteri yang bermanfaat bagi manusia. 

Beberapa jenis bakteri memang berbahaya dan merugi kan manusia karena dapat menyebabkan penyakit. 

Contohnya, Salmonella typhi (penyebab sakit tifus), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus), dan Bacillus anthracis (penyebab penyakit antraks). 

Beberapa bakteri juga menyebabkan makanan menjadi busuk dan beracun, misalnya Clostridium botulinum. 

Bakteri yang bermanfaat, misalnya Lactobacillus dan Streptococcus (dimanfaatkan dalam pembuatan yoghurt dan keju), Acetobacter xylinum (dimanfaatkan dalam pembuatan nata de coco), dan Methanobacterium (dimanfaatkan dalam pembuatan biogas). 

Selain beberapa contoh tersebut, sesungguhnya banyak sekali bakteri yang berjasa dalam penguraian sampah sehingga bermanfaat bagi kesuburan tanah. 

Kini kamu tahu bahwa bakteri tidak selalu berbahaya, namun juga yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Anggota dari kingdom Monera yang lainnya adalah ganggang hijau-biru (Cyanobacteria). 

Ganggang hijau-biru telah memiliki klorofi l sehingga mampu membuat makanan melalui proses fotosintesis. 

Sama halnya dengan bakteri, ganggang hijau-biru belum memiliki membran inti sel. Contoh ganggang hijau-biru, antara lain Spirulina dan Anabaena azolla. 

Spirulina memiliki kadar protein yang sangat tinggi dan dapat meningkatkan kesuburan tanah karena mampu mengikat nitrogen bebas dari udara.


Kingdom Protista 

Perbedaan penting antara kelompok Monera dan kelompok Protista adalah dalam hal membran inti. 

Seperti yang telah dijelaskan, Monera tidak memiliki membran inti. Adapun kelompok Protista selnya memiliki membran inti. 

Kelompok Protista ada yang bersel satu, ada juga yang bersel banyak. 

Anggota kelompok Protista sangatlah beragam sifatnya, ada yang memiliki sifat-sifat tumbuhan (mampu banyak, berfotosintesis), seperti alga. 

Ada juga Prostisda yang memiliki sifat-sifat hewan (memakan hewan lain), seperti protozoa. 

Makhluk hidup kelompok Protista juga banyak berhubungan dengan kehidupan manusia, baik yang menguntung kan maupun yang merugikan. 

Pernahkah kalian mendengar kata fi toplankton? Fitoplankton merupakan sumber makanan bagi ikan-ikan kecil dan juga merupakan produsen oksigen yang sangat besar. 

Dalam bab selanjutnya, akan dibahas bahwa fi toplankton merupakan produsen utama bagi kehidupan di perairan. Salah satu jenis Protista yang merugikan adalah Plasmodium. 

Plasmodium merupakan penyebab penyakit malaria. 

Seseorang yang terserang Plasmodium, sel-sel darahnya akan banyak yang hancur dan mengalami demam yang tinggi. 

Plasmodium ini ditularkan dari satu orang ke orang lain oleh nyamuk Anopheles. 


Kingdom Fungi (Jamur) 

Kelompok ini beranggotakan bermacam-macam jamur. Tentu kamu pernah melihat dan bahkan cukup sering makan jamur. 

Dapatkah kamu menyebutkan beberapa contoh jamur? 

Jamur mempunyai ukuran bermacam-macam, dari yang halus kecil seperti benang hingga yang berukuran cukup besar. 

Jamur tidak memiliki klorofi l sehingga tidak dapat membuat makanannya sendiri. 

Jamur hidup dengan cara menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dan menyerap sari makanannya. Dalam hal cara memperoleh makanannya, jamur sangat istimewa. 

Jamur tidak menelan makanannya, namun mengeluarkan sejenis zat yang membuat makanan menjadi terurai. 

Jika makanan telah terurai maka sari-sarinya akan diserap oleh jamur. 

Jamur ada yang tersusun atas satu sel dan ada yang tersusun atas banyak sel. Jamur yang tersusun atas banyak sel, tubuhnya terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. 

Hifa tersebut akan membentuk suatu anyaman yang disebut miselium. Jamur biasanya tumbuh di tempat-tempat yang lembap dan kurang cahaya matahari. 

Perkembangbiakan jamur dapat dilakukan secara generatif (kawin) maupun vegetatif (tidak kawin). Perkembang biakan secara generatif, dengan melakukan perkawinan melalui miselium. 

Adapun secara vegetatif, jamur akan menghasilkan spora yang dibentuk oleh tubuh buah. 

Jamur dapat dibagi menjadi lima fi lum, yakni Chytridiomycota, Zygomycota, Ascomycota, Basidio mycota, dan Deuteromycota. 

Contoh spesies dari kelima fi lum jamur, antara lain Rhizopus, Penicillium, Morchella esculenta, dan Lycoperdon gemmatum. 

Terdapat satu kelompok anggota jamur, yakni Lichenes. Lichenes merupakan simbiosis antara alga dengan jamur tertentu. Contoh spesies Lichenes, antara lain Parmelia dan Ramalina. 

Jamur banyak sekali dimanfaatkan oleh manusia. 

Beberapa jenis jamur dimanfaatkan untuk mengolah bahan makanan, misalnya untuk membuat tempe dan oncom (Rhizopus stoloniferus), untuk dimakan langsung ( jamur merang dan jamur kuping). 

Selain sebagai bahan makanan, beberapa jamur dapat dijadikan bahan obat-obatan, misalnya Penicillium notatum sebagai penghasil antibiotik penisilin. 

Selain memberikan manfaat, beberapa jenis jamur menimbulkan kerugian bagi manusia, misalnya karena membusukkan bahan makanan, merusak tanaman, dan menimbulkan racun. 

Beberapa jenis jamur memang dapat dimakan, namun banyak juga jamur yang beracun sehingga berbahaya jika dimakan. Contoh jamur yang beracun, yakni Amanita muscaria. 

Oleh karena itu, apabila kamu menemu– kan jamur hendaknya hati-hati apabila akan memakannya sebab beberapa jamur mengandung racun.

iklan tengah