Apa Yang Dimaksud Dengan Bias Sejarah?

1 minute read

Bias sejarah merujuk pada ketidaknetralan atau ketidakterikatan dalam penulisan, interpretasi, dan penyajian sejarah. 

Ini mencakup kecenderungan atau preferensi penulis sejarah yang dapat mempengaruhi cara sejarah dipresentasikan dan dipahami. Bias sejarah dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk:

Bias ideologis: 

Sejarah dapat dipengaruhi oleh sudut pandang ideologis penulisnya. Pandangan politik, agama, atau ideologi tertentu dapat mempengaruhi penekanan pada peristiwa, tokoh, atau interpretasi tertentu yang mendukung pandangan tersebut.

Bias nasionalis: 

Sejarah sering kali ditulis dengan perspektif nasionalis yang dapat mendorong glorifikasi atau pembenaran terhadap tindakan dan prestasi bangsa sendiri, sementara mengabaikan atau merendahkan peran atau pengaruh negara lain.

Bias gender: 

Bias gender terjadi ketika sejarah cenderung mengabaikan atau meremehkan peran dan kontribusi perempuan dalam peristiwa sejarah. Hal ini dapat terjadi karena dominasi narasi yang dipengaruhi oleh pandangan patriarki.

Bias etnosentris: 

Sejarah dapat mencerminkan bias etnosentris dengan memberikan perhatian yang tidak proporsional kepada kelompok etnis atau budaya tertentu, sementara mengabaikan atau merendahkan kelompok lain.

Bias kelas sosial: 

Bias ini terjadi ketika sejarah cenderung mengungkapkan preferensi atau ketidakterikatan terhadap kelompok sosial tertentu, seperti kelompok elit atau kelas penguasa, sementara mengabaikan atau meremehkan pengalaman dan kontribusi kelompok yang kurang berkuasa.

Bias selektif: 

Penulis sejarah dapat memilih dan mengutip sumber-sumber yang mendukung sudut pandang atau narasi tertentu, sementara mengabaikan atau mengabaikan sumber-sumber yang bertentangan.

Bias pemahaman masa kini: 

Pemahaman masa kini, nilai-nilai, dan prasangka dapat mempengaruhi cara sejarah dipahami dan diinterpretasikan. Penulis sejarah dapat menghadirkan interpretasi yang berbeda-beda berdasarkan konteks dan pandangan saat ini.

Penting untuk menyadari bahwa bias sejarah tidak selalu bersifat sengaja atau jahat. Sejarah adalah konstruksi kompleks yang melibatkan penilaian dan interpretasi manusia, dan bias dapat muncul tanpa disadari. Oleh karena itu, penting untuk membaca sejarah dengan kritis, mempertimbangkan sumber-sumber yang berbeda, dan memperhatikan konteks serta sudut pandang yang beragam. 

iklan tengah